Kamis, 08 Oktober 2020

 NOVEL KARYA UMI ASTUTI TERBAIK.

Assalamulikum wr wb.

1. Beda Frekuensi.

Manusia memang lucu ya kalau dipikir-pikir. Dikasih masalah yang rumit, mengeluh kapan akan berakhir. Giliran diberi alur yang mudah dan mulus, mulai khawatir akan ada bom di tengah-tengah perjalanan.

Masalahnya, kekhawatiranku itu ternyata terbukti. Lelaki bernama Parama Pringgayudha, yang kuekspektasikan sebagai simbol kesempurnaan, memberiku banyak kejutan mengerikan di pertengahan hubungan kami.

Bukan hanya perbedaan karakter, nyatanya, frekuensi kami pun tak pernah bertemu. Mengikuti apa katanya untuk hidup dalam perbedaan itu, atau aku harus mengakhiri dan memilih yang lain?

2. Sweet Talk.

Kata orang, tingkat mencintai tertinggi adalah ketika harus merelakan orang yang kita cintai hidup bersama orang lain. Ada yang menambahkan, tingkat kebohongan paling besar adalah kalimat pertama di awal paragraf ini.

Bhoomi Gangika adalah salah satu yang merasa bahwa membiarkan orang yang dicinta berbahagia dengan orang lain bukanlah sebuah level cinta, tetapi karena ia tak punya pilihan untuk memilih. Ia terpaksa merelakan, lalu berharap menemukan kembali alasan untuk jatuh cinta.

Dengan niatnya yang sesederhana itu, Tuhan jelas tak akan berlaku kejam, maka dikirimlah sosok lelaki luar biasa untuk Bhoomi. Lelaki yang tak pernah ia perhitungkan, tetapi meyakinkan hingga batas mampu. Menurutmu, apakah buah dari sebuah ikhlas itu sungguh indah nyatanya?

3. Setelah Menikah Lalu Apa?


Pernikahan … buatku adalah sebuah pencapaian. Makanya, setelah aku sudah memiliki segalanya yang mereka sebut adalah ‘syarat’ untuk menikah, aku seperti orang yang lagi berlomba lari. Terburu-buru, siapa cepat dia adalah pemenang. Ditambah, rasa sakit hatiku yang disebabkan oleh—mantan—kekasihku menikahi sahabatku sendiri.

Aku merasa, aku perlu membalasnya dengan cepat, menikah dan mendapatkan pasangan yang lebih segalanya. Nyatanya aku terlalu naif. Pernikahan bukan definisi dari balas dendam, bukan ajang perlombaan, bukan juga hanya seputar apa yang dicita-citakan, lebih dari itu. Pernikahan adalah awal, di mana kamu akan menghadapi hal yang tak terduga. Bahkan, hanya ketika baru mau mulai mempersiapkan diri ke arah sana, masalah nggak kunjung berhenti.

Aku, Lilyoka Judistia. Selamat membaca kisahku.

4. Wishy-Washy


Seorang Praveena—sang wanita yang paripurna—menjadi seorang pengasuh?
Mungkin-mungkin saja, jika imbalannya adalah jumlah gaji yang mampu memenuhi seluruh hasratnya untuk berbelanja setiap bulan.

Pra pikir, ia hanya perlu mengantar-jemput anak asuhnya ke sekolah, lalu melapor kepada sang papa. Sayangnya, semua tidak sesimpel itu, dan yang membuatnya rumit bukanlah sang anak asuh yang bernama Raka, melainkan majikannya—papa Raka—yang bernama Gandhaa.

Sikap Gandhaa yang selalu wishy-washy terhadap Pra, membuatnya muak. Gandhaa bisa menjadi pria yang sangat hangat dengan segala pesona, lalu semenit kemudian menjadi pria dingin yang sangat malas berbicara pada Pra. Harusnya, sikap Gandhaa tidak membuat Pra gelisah, sampai membuatnya tidak bisa berhenti memikirkan Gandhaa. Sayangnya, yang Pra rasakan justru sebaliknya. Ia gelisah, dan tidak bisa berhenti memikirkan Gandhaa.

Lantas, mengapa Pra merasa dipermainkan dengan sikap Gandhaa yang sangat plin-plan? Apakah sebenarnya yang Pra rasakan terhadap Gandhaa? Benarkah hanya sebatas antara pengasuh dan sang majikan?

5. Break-a-Leg.



Angesti adalah seorang Program Director di sebuah televisi swasta. Ia dikelilingi oleh teman dan kolega yang super konyol —kalau tak mau disebut gesrek— bahkan keluarganya sendiri seperti itu.

Untuk itu, di usianya yang sudah 28 tahun, ia bertekad bisa mendapatkan lelaki serius agar hidupnya bisa lebih tertata.

Ia lalu dikenalkan oleh Bima—sahabatnya— kepada Adam. Berharap, mungkin saja Adam adalah tipe yang ia cari. Ternyata tidak. Adam sama konyolnya dengan yang lain.

Sampai suatu ketika, ia menemukan seorang lelaki serius dari lembaga yang serius pula: Komisi Penyiaran Indonesia, hanya lewat cerita sekilas Ajimara—bosnya. Mulailah Angesti mencari tahu tentang lelaki itu di media sosial. Twitter adalah satu-satunya jalan penghubung keduanya.

Berhasilkah Angesti mendapatkan lelaki idamannya? Atau ia memang harus menerima nasib berjodoh dengan makhluk konyol lain?

Wassalamualaikum wr wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SERIAL NOVEL "BUMI" KARYA TERE LIYE. Assalamualaikum wr wb. 1. Bumi Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempua...